Warga yang mendadakmenjadi miliarder itu pun langsung menggunakan uang ganti ruginya dengan membeli beberapa mobil, tanah, hingga bisnis. “Namun dapat juga dituntut ganti rugi pihak lain apabila posisi parkir sembarang kemudian menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas,” ucap Budiyanto. Misalnya, karena mengantuk saat menyetir, akhirnya tidak sengaja menabrak penjual batagor yang sedang berjualan di pinggir jalan sehingga gerobaknya rusak.

Pengadilan itu menghukum para pelaku dan mewajibkan mereka membayar ganti rugi. Nyatalah bahwa yang tersebut pada butir 1 sampai dengan 3 membawa akibat terpidana tidak dijatuhi pidana dalam peninjauan kembali itu. Menjadi pertanyaan sekarang, dapatkah terpidana tersebut menuntut ganti kerugian karena ternyata ia lepas dari pemidanaan? Hal ini dengan mudah dijawab secara logis, bahwa tentu dapat dalam ukuran yang sama dengan yang diuraikan di depan.

“Kalau janda setelah suaminya ditembak tentara Belanda, ia menikah lagi. Tapi kalau anak ditinggal ayahnya, maka tak ada yang menafkahinya sehingga tidak bisa bersekolah dan masa depannya hilang,” ia memberikan alasan mengapa ganti rugi untuk anak semestinya sama dengan janda. Penilaian tersebut dilakukan bidang per bidang tanah, meliputi tanah, ruang atas tanah dan bawah tanah, bangunan, tanaman, benda yang berkaitan dengan tanah, dan/atau kerugian lain yang dapat dinilai. Besaran ganti rugi atas pembebasan tanah untuk kepentingan umum akan ditetapkan oleh penilai, yang ditetapkan oleh lembaga pertanahan.

Tetapi ganti rugi yang diperoleh hanya satu persen dari tuntutan, kondisi yang disebut organisasi lingkungan Green Peace disebabkan sikap pemerintah yang terlalu lembek. PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara diberi prioritas pertama melakukan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum. Pihak yang cedera janji bertanggung jawab atas biaya perkara dan biaya lainnya yang timbul akibat proses penyelesaian perkara.

Bahkan, Pitlo menegaskan bahwa baik dilihat dari sejarahnya maupun dari sistematik undang-undang, wanprestasi tidak dapat digolongkan pada pengertian perbuatan melawan hukum. Syaikh ‘Abdullah Al Fauzan menerangkan, “Setiap mukallaf wajib ganti rugi jika merusak sesuatu milik orang lain. Begitu juga dengan mereka yang bukan mukallaf, semacam anak-anak atau orang gila. Kaidah ini mencakup kerugian pada jiwa yang terbunuh, harta, atau hak-hak orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top